Pemerintah Gelontorkan Rp 22,7 Triliun untuk Bulog, Apa Tujuannya?

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Senin, 25 Agustus 2025 | 09:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Tak berhenti di situ, Bulog juga disebut bakal bekerja sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP).

Status baru ini membuat Bulog bisa mengelola dana lewat skema investasi fleksibel yang berbeda dari mekanisme subsidi selama ini.

Skema itu, memungkinkan Bulog menyerap produksi beras petani dengan dana bergulir berbiaya rendah.

Baca Juga: Begini Cara Memilih Aki Mobil ASli, Jangan Sampai Salah Pilih dengan yang Palsu

Langkah ini disebut pemerintah sebagai strategi untuk memastikan stok beras tetap aman sepanjang tahun, sekaligus menahan gejolak harga yang kerap menghantam konsumen.

“Kebijakan investasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas harga beras, serta memastikan pemanfaatan APBN yang lebih produktif dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” lanjut PCO RI.

Kendati mendapat suntikan dana besar, Bulog tetap diminta menjaga tata kelola dan efisiensi agar uang triliunan itu tidak mubazir. Efektivitas menjadi kunci agar dana benar-benar menyentuh petani dan masyarakat.

Baca Juga: Kesempatan Magang bagi Mahasiswa untuk Operator Produksi di PT Satnusa Batam

Selain alokasi untuk Bulog, anggaran ketahanan pangan 2026 juga mencakup pembangunan lumbung pangan dan cadangan pangan sebesar Rp53,3 triliun, serta subsidi pupuk 9,62 juta ton senilai Rp46,9 triliun. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X