Klikread.com - Setelah cuaca ekstrim awal Januari lalu, perbedaan situasi sangat terlihat di beberapa kota dalam hal pemberitaan tentang banjir.
Kota yang biasanya ramai akan pemberitaan banjir seperti di DKI Jakarta, akhir Desember dan awal Januari lalu tidak terlalu jadi sorotan, meskipun ada banjir, keadaannya segera surut dalam beberapa jam di beberapa wilayah.
Berbeda dengan wilayah Semarang, Jawa Tengah, sama-sama diguyur hujan ekstrem, Semarang justru kini mengalami banjir besar berhari-hari.
Baca Juga: Tak Kapok, Doni Setiabudi Coba Peruntungan Kembali Daftar Calon Ketua Umum PSSI 2023-2027
(Plt) Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu menuturkan, bahwa banjir di Semarang diakibatkan banyaknya bangunan yang berdiri akhir-akhir ini, ditengarai tidak memperhatikan dan mengkaji lingkungan sekitar. Sehingga banyak daerah yang dibangun ada pada daerah berbentuk cekungan.
Menindak lanjuti hal itu Plt Walikota Semarang dikabarkan akan meniru wilayah DKI Jakarta dalam menanggulangi hujan ekstrem yang mungkin akan terjadi lagi dengan membangun sumur resapan.
Sumur resapan itu nantinya akan di usulkan di bangun di setiap rumah atau bangunan lain yang letaknya ada pada daerah tinggi, agar ketika hujan datang air tidak langsung mengalir ke daerah di bawah.
Baca Juga: 12 Tuntutan Pekerja Terhadap Manajemen PT GNI yang Menyebabkan Kerusuhan dan Menewaskan 3 Karyawan
"Kami akan masukkan ke dalam Peraturan Wali Kota. Jadi nanti jika ada IMB baru baik perumahan, perhotelan, kantor harus seperti itu (punya sumur resapan)," kata Pelaksana Tugas Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu kepada pihak media.
Ketua Harian Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang, Sudharto P. Hadi juga menuturkan hal yang serupa, menurutnya sumur resapan ini kemungkinan akan efektif juga jika diterapkan di Semarang.
"Kalau Simpang Lima ke atas semua rumah tangga membangun sumur resapan, maka air di hulu bisa ditahan sehingga tidak terakumulasi menjadi banjir," ujar Sudharto pada media di kesempatan yang berbeda.***