KLIKREAD.COM, Israel - Ribuan Warga Tel Aviv turun ke jalan pada Sabtu 9 Agustus 2025, mendesak agar agresi Israel ke Palestina segera dihentikan.
Aksi demonstrasi ini berlangsung sehari setelah pemerintah Israel berjanji memperpanjang konflik dan mengambil alih Gaza City.
Para demonstran mengibarkan spanduk dan memegang foto para sandera yang masih ditahan Hamas, sambil mendesak pemerintah untuk membebaskan mereka.
Baca Juga: Berisiko Perburuk Krisis Kemanusian, Rusia Kecam Rencana Israel Okupasi Gaza
Menurut laporan AFP, jumlah demonstran mencapai puluhan ribu.
Sementara, menurut kelompok yang mewakili keluarga sandera mengatakan ada sekitar 100 ribu orang yang ikut serta daam aksi.
"Kami akan mengakhiri dengan pesan langsung kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu: jika Anda menyerang bagian-bagian Gaza dan sandera dibunuh.
Baca Juga: 47 Warga Gaza Dibantai Serangan Israel, Dan Bocah 15 Tahun Tewas Tertimpa Palet Bantuan
Kami akan mengejar Anda di alun-alun kota, dalam kampanye pemilu, dan di setiap waktu dan tempat," ujar Shahar Mor Zahiro, kerabat seorang sandera yang tewas, melansir AFP, Minggu 10 Agustus 2025.
Kabinet keamanan Netanyahu, pada Jumat 8 Agustus 2025, menyetujui rencana operasi besar-besaran untuk merebut Gaza City.
Keputusan ini memicu gelombang kritik domestik dan internasional.
Baca Juga: Polisi Tangkap 466 Demonstran Terkait Protes Palestina di London
Kekuatan asing, termasuk beberapa sekutu Israel, mendesak agar dilakukan gencatan senjata melalui negosiasi untuk memastikan kembalinya sandera dan membantu meredakan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
Meskipun menghadapi reaksi keras dan rumor tentang ketidaksetujuan dari petinggi militer Israel, Netanyahu tetap teguh pada keputusannya.