Kritik keras pun berdatangan. Melansir Al Jazeera, Amnesty International Inggris menilai penangkapan warga hanya.
Karena memegang poster adalah pelanggaran hak internasional atas kebebasan berekspresi dan berkumpul.
Sejumlah tokoh publik, seperti anggota parlemen Partai Buruh John McDonnell, menyebut langkah ini sebagai serangan langsung terhadap demokrasi.
Banyak demonstran menegaskan mereka tidak akan mundur.
"Kalau duduk diam dengan tulisan tujuh kata saja bisa ditangkap, lalu apa arti kebebasan berbicara?" kata Paddy Friend, salah satu peserta aksi.
Baca Juga: Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Rayakan Ulang Tahun ke 100
Ada juga Manji Mansfield, seorang nenek, yang tetap datang meski pernah ditangkap di protes sebelumnya.
"Ini bukan Inggris yang saya kenal. Kita hidup di dunia yang seakan terbalik, dan saya menolaknya," ujarnya.
Larangan ini juga menuai kecaman dari pakar HAM PBB, yang menyebut penyematan label “teroris” pada Palestine Action tidak berdasar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Ikuti KKT BRICS Ajak Kolaborasi Hadapi Krisis Iklim
Karena aksi mereka terbatas pada pembangkangan sipil dan kerusakan properti tanpa membahayakan nyawa.***