Baca Juga: Prabowo Pidato Penuh Semangat di Parlemen Turki, Suarakan Dukungan ke Palestina
Selain membalas AS dengan memberlakukan tarif 125 persen terhadap impor barang-barang asal AS, Beijing juga membatasi ekspor mineral penting dan memasukkan beberapa perusahaan AS ke dalam daftar hitam.
Langkah itu tentu membatasi ruang gerak kerja sama perusahaan asal AS dengan perusahaan Tiongkok.
Dalam suasana perang tarif, Presiden Tiongkok Xi Jinping tengah melakukan safari ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan Kamboja.
Xi menyerukan kerja sama untuk menentang tarif dan penindasan sepihak dalam pertemuan tersebut.
Indonesia kini termasuk negara yang masih melakukan negosiasi dengan AS.***