ekspresi

REFLEKSI BULAN PANCASILA: ETIKA DALAM BISNIS PARIWISATA (Bagian 2 - Kritik, Refleksi, dan Potensi Solusi)

Kamis, 8 Juni 2023 | 17:14 WIB
Ilustrasi: Pariwisata di Bali (Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Oleh: Pande K. Trimayuni

Official Representative-Kerja Sama anggota SACCHAM (KADIN Amerika Selatan-Karibia) dengan Indonesia, Ketua FOKAL UI

Red - Ini merupakan bagian kedua dari dua tulisan.

Bagian pertama telah mengupas persoalan yang sering terjadi dalam bisnis Pariwisata, dengan memakai Pulau Bali sebagai contoh kasus utama. Tulisan kedua ini melakukan refleksi dan membahas rekomendasi dan solusi yang bisa diterapkan.

Baca Juga: Info Loker Terbaru di Tangerang, PT Santino Membutuhkan Teknisi Mesin Kopi

First of all, pariwisata sesungguhnya bukan business as usual. Tidak semua bisa dijual. Tidak semua bisa dipertunjukkan. Tidak semua adalah komoditas.

Ketika sesuatu sudah menjadi komoditas, maka nasibnya sudah ditentukan pasar. Bisa jadi tidak terkontrol.

Tahun 1970s ketika Bali dibuka untuk tujuan pariwisata massal, resiko dan kerentanan itu dimulai. Tahun 1980s yang masih teringat jelas dalam kenangan saya, marwah budaya Bali masih sangat kental terasa. Tahun 1990s,investor semakin banyak masuk Bali.

Baca Juga: Loker Terbaru Kabupaten Bandung di PT Joans Textile Posisi Staff Admin, Lamar di Sini!

Tahun 2000s, Bali sudah menjelma menjadi global village. Tahun 2010, kemajuan teknologi dan sosial media membuat Bali semakin terkenal dan mapan. Tahun 2020 hingga sekarang, sudah saatnya untuk refleksi.

Apa yang kau cari, Pariwisata Indonesia? Siapa Anda? Karakter dan personalitas seperti apa yang ingin Anda tunjukkan kepada dunia? Apakah Anda sudah di jalan yang tepat? Jika pergi jauh, masih ingatkah jalan pulang ke akar?

Kekayaan dan modal budaya masyarakat Indonesia bukan pada resort-resort mewah, restoran-restoran bintang lima atau klub-klub kelas dunia. Budaya nusantara ada di denyut jantung masyarakatnya.

Baca Juga: PT Gamma Buana Persada Jakarta Timur Buka Loker Terbaru untuk Lulusan D3, Simak Kualifikasi Lainnya!

Dalam konteks Bali, budaya itu ada di akar rumput dan keseharian masyarakatnya. Budaya itu tumbuh berkembang di awig-awig dan sangkep-sangkep idadane semeton sami. Budaya itu terletak di rerainan jagat, subak-subak desa, tedun banjar dan gaya hidup khas masyarakatnya.

Halaman:

Tags

Terkini