Diketahui tempat makan ini diperkenalkan oleh pasangan Jawa-Tionghoa yaitu Tjoa Thay Yoe seorang pria Hokkian di dataran Tiongkok yang menetap di Semarang.
Kemudian istrinya seorang pribumi yang dikenal dengan nama Mbok Wasih.
Makanan ini sejak awal mereka jajakan sebagai mata pencaharian dan mengisi lumpia tersebut dengan isian rebung bambu, telur, dan udang.
Awalnya lumpia tersebut ditawarkan dengan berkeliling kawasan Pecinaan Semarang.
Baca Juga: Lezatnya Layers Batam Lamoist Kue Lapis Oleh-oleh Khas Batam
Sampai akhirnya mendapatkan tempat di Gang Lombok yang saat ini masih menjadi tempat kuliner populer dan tempat penjual lumpia tertua di Semarang.
Diketahui kedainya dikelola oleh generasi keempat.***