kepri

BPMP Kepri Catat 9.102 Anak Valid Putus Sekolah, SMAN 1 Tanjungpinang Ditunjuk Jadi Sekolah Induk PJJ

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:38 WIB
Pertemuan hangat hadiri para pengelola data dinas pendidikan se-Kepri. (Humas BPMP Kepri )

KLIKREAD.COM, BATAM — Di balik gugusan pulau dan luasnya lautan Kepulauan Riau, ada lebih dari sembilan ribu anak usia sekolah yang terpaksa meretas hari tanpa ruang kelas. 

Mereka adalah bagian dari ribuan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Bumi Gurindam yang impian belajarnya tertahan bukan hanya oleh jarak, tetapi juga oleh lembar-lembar data yang belum sepenuhnya memotret kenyataan.

​Fakta tersebut menjadi perhatian mendalam dalam Bimbingan Teknis Pengelolaan Dapodik yang digelar Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri di Harris Hotel Batam Center, Rabu 19 Agustus 2026.

Dalam pertemuan hangat yang dihadiri para pengelola data dinas pendidikan se-Kepri, terungkap sebuah fakta mengejutkan.

Baca Juga: Semarak HUT RI ke-81 di SDN 011 Bengkong, Dari Lomba Kelereng Hingga Unjuk Nada untuk Generasi Emas

Pada evaluasi revitalisasi sekolah tahun lalu, sekitar 60 persen dari 3.069 sekolah gagal menerima bantuan.

Penyebabnya sederhana namun berdampak besar sistem mencatat sarana mereka dalam kondisi baik, padahal realita di lapangan berkata lain.

​"Kami sangat mengharapkan adanya perbaikan data secara berkala sesuai kondisi riil.

Dengan data yang akurat, bantuan revitalisasi bisa tepat sasaran dan memberikan dampak nyata," tutur Kepala BPMP Kepri, Warsita, S.S., M.Pd. 

Baca Juga: Musim Payang, Banyak Warga Luar Datang ke Jemaja, Waspada DPO

Bagi Warsita, data bukan sekadar deretan angka di layar komputer, melainkan jembatan yang menghubungkan hak belajar anak-anak dengan program bantuan pemerintah.

​Semangat perbaikan ini membawa angin segar bagi penanganan anak putus sekolah di wilayah kepulauan. 

Lewat sinergi lintas sektor, BPMP Kepri kini mendorong Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menunjuk SMAN 1 Tanjungpinang sebagai sekolah induk. 

Baca Juga: Hilang Dua Hari di Sungai Kuantan, Remaja 17 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Langkah inovatif ini diharapkan mampu meretas batas geografis, menjemput kembali anak-anak yang sempat melangkah keluar dari bangku sekolah, dan memastikan tidak ada satu pun anak Kepri yang tertinggal dalam meraih masa depannya.***

Tags

Terkini

Aset Tak Terurus, Mobil Dinas Terancam Jadi Besi Tua

Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:13 WIB