KLIKREAD.COM, Tanjungpinang — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepulauan Riau menjajaki peluang kerja sama dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam pemanfaatan layanan pusat data dan sistem informasi.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung efisiensi penyimpanan serta pengelolaan data pemerintah daerah berbasis cloud.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala Diskominfo Kepri, Hendri Kurniadi, dan tim Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam di Dompak, Tanjungpinang, Selasa 18 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, PDSI BP Batam menawarkan sejumlah infrastruktur digital, mulai dari layanan cloud VPS, penyediaan server, hingga pengembangan perangkat lunak (software development).
Baca Juga: Sepakat Saling Memaafkan, Kasus Dugaan Penganiayaan di Jemaja Berakhir Restorative Justice
Menanggapi penawaran tersebut, Hendri Kurniadi menyambut baik potensi sinergi ini.
Namun, ia mendorong agar BP Batam tidak hanya melayani Pemprov Kepri, melainkan memperluas jangkauan layanan sebagai pusat data terpadu bagi Diskominfo kabupaten/kota se-Kepulauan Riau.
"Jangan hanya sebatas menawarkan server, tetapi bagaimana seluruh Diskominfo se-Kepri bisa bergabung dengan BP Batam sebagai pusat data. BP Batam memiliki kapasitas untuk itu," ujar Hendri.
Hendri juga meminta BP Batam menyusun skema tarif khusus yang fleksibel dan disesuaikan dengan kapasitas anggaran masing-masing pemerintah daerah di Kepri.
Baca Juga: Kawal Pembangunan Sekolah di Rempang, BP Batam Tegaskan Utamakan Pendekatan Persuasif dan Humanis
Sementara itu, Kepala Bidang Data dan Informasi PDSI BP Batam, Nova Ridwanullah Faizal, menjelaskan bahwa fasilitas pusat data BP Batam telah beroperasi sejak 2011 dan bersertifikasi ISO.
Saat ini, sekitar 70 persen pengguna layanannya berasal dari instansi pemerintah.
Terkait usulan perluasan jangkauan layanan ke tingkat kabupaten/kota serta penyesuaian skema tarif, Nova menyatakan akan membawa masukan tersebut ke tingkat pimpinan BP Batam.
"Ini akan menjadi bahan diskusi kami dengan pimpinan, terutama terkait peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas," tutur Nova.