Penilaian di babak final pun tak sekadar melihat teknologi, melainkan menguji visi kepemimpinan, strategi, kolaborasi antardinas, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan demi kemajuan daerah.
Langkah ini sejalan sempurna dengan arahan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Sebagai kota yang tumbuh pesat, Batam tak boleh hanya mengikuti arus, melainkan harus menjadi penggerak perubahan.
Baca Juga: Pastikan Gizi dan Keamanan, BGN Gandeng Kemenkes Serta Siap Dengarkan Masukan Seluruh Pihak
“Penghargaan hanyalah tanda apresiasi. Garis akhirnya belum sampai tujuan sesungguhnya adalah melahirkan pelayanan yang makin cepat, terbuka, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap warga Batam,” tutup Firmansyah.***