Seraya mengatakan, bahwa setiap rumah tangga yang telah didata akan ditempeli stiker Sensus Ekonomi 2026.
Lebih rinci Toto menjelaskan, bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk menghasilkan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.
"Yang didata bukan hanya unit usaha, tetapi juga rumah tangga.
Dari pimpinan tertinggi hingga masyarakat umum, seluruh pelaku ekonomi di Kepulauan Riau dan Indonesia akan menjadi bagian dari pendataan ini," ucap Toto.
Menurutnya, BPS sebelumnya memiliki direktori sekitar 197 ribu unit usaha di Kepulauan Riau.
Baca Juga: Upaya Percepat WBK dan WBBM, ASN Pemko Batam Ikuti Diklat Penilai Zona Integritas di Surabaya
Namun, melalui Sensus Ekonomi 2026, data tersebut akan diperbarui untuk mengetahui kondisi terkini serta jumlah usaha yang masih aktif beroperasi.
"Mulai dari usaha rumah tangga, usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha besar akan menjadi sasaran pendataan.
Termasuk masyarakat yang berusaha dari rumah, pedagang keliling.
Baca Juga: Komite Sekolah dan Paguyuban Bantah Ada Pungutan Rp500 Ribu di SDN 011 Bengkong
Hingga pelaku usaha digital seperti pembuat konten di TikTok dan platform lainnya yang menghasilkan pendapatan," jelasnya lagi.***.