KLIKREAD.COM, Kepri - Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri), Nyanyang Haris Pratamura menilai Provinsi Kepri merupakan salah satu pusat industri strategis nasional yang berada di jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia.
Ditegaskan Nyanyang, tentunya dengan pesatnya perkembangan industri di Kepri harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat.
Penegasan Wagub Nyanyang tersebut saat mengukuhkan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepri.
Baca Juga: ASN Pemko Batam Ikuti Diklat Penilai Zona Integritas di Surabaya
Acara digelar di Kantor Tribun Batam, Selasa 9 Juni 2026.
Menurut Nyanyang, Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat industri strategis nasional yang berada di jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia.
Karakteristik wilayah yang didominasi industri padat modal, teknologi tinggi, manufaktur, minyak dan gas.
Baca Juga: Perkuat Kesiapsiagan Potensi Bencana Alam, Forum Perangkat Daerah Susun RPB Kota Batam
Serta aktivitas maritim membuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
"Mobilitas tenaga kerja yang tinggi dan perkembangan industri yang pesat harus diimbangi dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat.
Jika tidak dikelola dengan baik, potensi risiko kecelakaan kerja akan semakin besar," ujarnya.
Sektor galangan kapal (shipyard) dia sebut menjadi salah satu bidang yang membutuhkan perhatian serius karena memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.
Baca Juga: Hujan Sebentar, Kendaraan di Jalan Simpang Kabil Terjebak Banjir
Kompleksitas operasional, modernisasi peralatan, hingga tuntutan standar global mengharuskan setiap perusahaan menerapkan budaya keselamatan kerja secara konsisten.
Menyikapi hal ini, Pemprov Kepri ditegaskan Nyanyang, harus terus berupaya memperkuat pengawasan ketenagakerjaan terutama pada sektor galangan kapal dan manufaktur berat.