“Tulisan yang baik itu bukan sekadar bagus secara teknis, tapi juga bisa memberi manfaat dan membuat orang tertarik membaca sampai selesai,” tambahnya.
Ia berharap peserta nantinya dapat menjadi agen literasi di lingkungan masing-masing sekaligus ikut mendorong tumbuhnya budaya baca di masyarakat.
Baca Juga: Wagub Kepri Berharap Program KDKMP Bisa Menyentuh Wilayah Perbatasan Kepulauan Riau
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menjelaskan bimtek berbasis konten budaya lokal tersebut merupakan tahun kedua.
Pelaksanaan program ini kata dia, didukung dana nonfisik dari Perpustakaan Nasional.
Peserta mendapat pembekalan teknik penulisan, pengenalan budaya lokal hingga penyuntingan karya.
Nantinya, tulisan peserta akan diseleksi dan diterbitkan dalam bentuk buku antologi budaya lokal untuk dimanfaatkan di perpustakaan.
Baca Juga: Dedikasi Sejak 2011, Pesan Bu Lili Sehat, Bahagia, dan Bijak Gunakan Teknologi
Menurut Meitya, Tanjungpinang memiliki tradisi literasi Melayu yang kuat, termasuk melahirkan tokoh besar seperti Raja Ali Haji dari Pulau Penyengat.
“Ini menjadi bagian dari upaya melanjutkan tradisi literasi Melayu yang sudah ada sejak dulu,” sebutnya.
Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan, Sony Andriana Kusuma, menambahkan bimbingan teknis itu diikuti 100 peserta dari kalangan pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, mahasiswa, pelajar.
Hingga juga melibatkan masyarakat umum dan berlangsung selama tiga hari, 18 hingga 20 Mei 2026.
Baca Juga: Pemko Batam Nyatakan Komitmen Bangun Lapangan Sarpras Olahraga di Kodaeral IV
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan karya-karya yang mampu memperkenalkan budaya lokal Tanjungpinang kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.***