KLIKREAD.COM, Kepri - Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Provinsi Kepri, Sardison, menilai pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ancaman dan gangguan siber yang dapat berdampak terhadap pelayanan publik maupun jalannya sistem pemerintahan.
Pernyataan Sardison tersebut saat membuka pelaksanaan Asistensi Pembentukan TTIS dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Insiden Siber Tahun 2026.
Kegiatan digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Rabu 6 Mei 2026.
Baca Juga: Polda Kepri Bongkar Jaringan Penyelundupan, Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Disita
Merupakan inisiasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepri bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), berlangsung 5–7 Mei 2026.
“Keberadaan TTIS diharapkan mampu menjadi solusi dalam menangani berbagai potensi insiden siber yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.
Melalui bimtek tersebut, Sardison berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis dalam mendeteksi, menangani, hingga memulihkan sistem apabila terjadi gangguan siber.
Baca Juga: Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Pemprov Kepri Optimalkan Konsep Event Linkage Tourism
“Gerak cepat, antisipatif, serta kemampuan pemulihan sistem menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data dan sistem pemerintahan,” tegas Sardison.
Dalam sambutannya Sardison mengapresiasi Diskominfo Kepri yang menginisiasi kegiatan ini.
“Pembentukan TTIS di lingkungan Pemprov Kepri sangat penting dalam menjaga keamanan data dan sistem pemerintahan berbasis digital,” ucap Sardison lagi.
Seraya Sardison berharap, melalui bimtek tersebut seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis dalam mendeteksi, menangani, hingga memulihkan sistem apabila terjadi gangguan siber.
“Gerak cepat, antisipatif, serta kemampuan pemulihan sistem menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data dan sistem pemerintahan,” tegasnya lagi.***