KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, mengatakan pengelolaan sampah merupakan isu krusial yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Pasalnya Kota Tanjung menyumbang sampah mencapai 120,6 ton per hari, ditambah 1,2 ton per hari dari kawasan pesisir seperti Pulau Penyengat.
Maka dari itu, pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara, bahkan berkontribusi terhadap perubahan iklim melalui emisi gas metana.
Oleh karena itu, pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Lis belum lama ini.
Lis sendiri pernah menghadiri kegiatan Penyampaian Arahan Menteri Lingkungan Hidup terkait Pengelolaan Sampah Nasional Tahun 2026.
Baca Juga: Wagub Kepri Tegaskan BUMD Miliki Peran Strategis Motor Penggerak Ekonomi dan Tingkatkan PAD
Kegiatan dilaksanakan di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, belum lama ini.
Walikota Lis menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menekan jumlah sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.
Baca Juga: Penerapan Kebijakan WFH, Pemko Tanjungpinang Evaluasi dan Pantau Melalui Sistem Presensi Pegawai
“Kami akan terus mendorong pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya melalui program sekolah Adiwiyata, bank sampah.
Hingga sektor informal yang berkontribusi dalam daur ulang sampah,” ucap Lis.