Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kota Tanjungpinang Elfiani Sandri menyampaikan, bahwa kondisi inflasi nasional menjadi referensi penting bagi daerah.
Termasuk Tanjungpinang yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Tekanan inflasi di Kota Tanjungpinang umumnya dipengaruhi oleh harga bahan pokok, biaya distribusi, serta sektor jasa.
Karena itu, solusi pengendalian inflasi harus diarahkan pada penguatan pasokan, distribusi, dan keterjangkauan harga,” ujar Elfiani.
Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga mendorong pemanfaatan potensi lokal dan efisiensi distribusi sebagai bagian dari solusi jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Baca Juga: Kamaluddin Apresiasi Aksi Damai Buruh dan Gerakan Batam Bersih
“Kami memastikan kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga antisipatif, agar stabilitas harga dapat terjaga dan daya beli masyarakat tetap terlindungi,” tegasnya.***