KLIKREAD.COM, Batam - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah menekankan lebih memperkuat kolaborasi lintas sentoral dalam penanggulangan bencana alam.
Pasalnya kata dia, Batam merupakan salah satu daerah di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki berbagai potensi bencana alam.
Hal ini merujuk pada Kajian Risiko Bencana Tahun 2025.
Baca Juga: Cegah Praktik Korupsi, Pemko Batam Berlakukan E-Purchasing Pengadaan Barang dan Jasa
Pernyataan Sekda Kota Batam tersebut saat membuka Sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD).
Sosialisasi digelar di Kantor Wali Kota Batam, Selasa 5 Mei 2026.
Dikatakan Sekda, adapun potensi bencana yang dihadapi meliputi banjir, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan hingga tanah longsor.
Baca Juga: DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna dengan Tiga Agenda
Menurutnya, posisi geografis Batam yang strategis di jalur perdagangan internasional memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Namun, di sisi lain, potensi bencana, baik alam maupun nonalam, dapat menjadi faktor penghambat aktivitas perekonomian masyarakat.
“Menyikapi tingginya risiko bencana, Batam membutuhkan dokumen RPBD yang komprehensif.
Penyusunannya harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan serta terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ujar Firmansyah.
Baca Juga: Bapemperda Batam Usulkan Revisi Perda Persampahan
Seraya menegaskan, penyusunan RPBD bertujuan memastikan dokumen tersebut menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah secara terpadu dan terkoordinasi.