Pengelolaan retribusi parkir dan sampah harus berbasis teknologi agar lebih aman, nyaman, serta meminimalkan potensi kebocoran,” tegasnya.
Semenara Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, Raja Azmansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa HLM TP2DD 2026 difokuskan pada penyusunan roadmap P2DD tahap kedua untuk periode 2026–2030.
Baca Juga: Walikota Batam Serahkan Santunan Jaminan Kematian BPJS Rp420 Juta kepada 10 Ahli Waris
Dokumen ini dirancang untuk memperkuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) penghasil, sehingga tercipta sistem yang terintegrasi.
“Target pada 2030 adalah terwujudnya satu saluran pembayaran pajak dan retribusi yang terpadu.
Hal ini juga akan diperkuat melalui revisi Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang saat ini masuk prioritas pembahasan di DPRD Kota Batam,” ujar Raja.
Baca Juga: Ajang Soundria Fest 2026 Sukses Digelar Dipadati Penuh Sesak Penonton Kaula Muda Batam
Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Batam dalam mengakselerasi digitalisasi daerah.
Pada kesempatan itu, Walikota juga menyerahkan piagam penghargaan kepada dua narasumber, yakni Hosni Naparin dari Bank Indonesia Provinsi Kepri.
Serta Tengku Muhammad Husni dari Digital Banking Bank Riau Kepri Syariah.
Baca Juga: Come Home Organizer Beri Undangan Khusus Novelis Remaja Batam, Saksikan Ajang Soundria Fest 2026
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam Suhar.
Serta jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batam.***