KLIKREEAD.COM, Tanjungpinang - Salah satu pelaku usaha UMKM dari Rumah Makan Pondok Spesial Sambal di Tanjungpinang, Urip, berharap dukungan pemerintah daerah (Pemda) berupa bantuan penyediaan mesin pengemasan dan mesin retort untuk sterilisasi produk sambal.
Teknologi tersebut katanya, memungkinkan produk dikemas secara higienis dan tahan lama tanpa bahan pengawet, dengan daya simpan hingga satu tahun.
Urip saat itu turut hadir pada Rapat Koordinasi (Rakor) Temu Pelaku UMKM di Hotel Alltrue, Rabu 22 April 2026.
Rakor diikuti sekitar 100 pelaku UMKM, terdiri dari 40 perwakilan IKM Disperindag, 40 perwakilan Disnaker, dan 20 perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta pelaku ekonomi kreatif.
Hadir juga, sejumlah pimpinan perbankan dari Himbara, bank swasta, dan bank daerah.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan simbolis kepada pelaku usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk tiga pelaku usaha kuliner, tiga penjahit, dan satu pelaku kerajinan.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Laut Nasional, Tiga Mako Zona Bakamla Diresmikan Serentak Dilangsungkan di Batam
Selain itu, diberikan sertifikat HKI kepada tiga pelaku usaha serta sertifikat halal bagi pelaku usaha mikro.
Dikatakan Urip lagi, bahwa tantangan lain masih berada pada pemasaran dan distribusi ketika produksi mulai ditingkatkan ke skala besar.
“Kalau produksi sudah besar, yang dibutuhkan itu jalur pemasaran yang jelas.
Kami mohon dukungan pemko,” ujar Urip.
Sementara itu Pimpinan BNI Cabang Tanjungpinang, Landung Wiyoko, saat hadir pada rakor, memperkenalkan platform ekspor digital melalui Xpora.bni.go.id yang membuka akses UMKM ke pasar luar negeri.