Kehadiran Polri tidak boleh hanya bersifat simbolis, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya," tegas Kakorpolairud Baharkam Polri.
Ia juga mengingatkan, bahwa keberhasilan Harkamtibmas sangat bergantung pada manajemen operasional yang berbasis pada analisis potensi gangguan.
Baca Juga: Gubernur Tekankan Pentingnya Libatkan Generasi Muda Kaderisasi Keberlanjutan Partai
Dan menekankan lima fokus utama dalam supervisi ini, yaitu penguatan sistem manajemen operasional yang terukur, pembinaan kompetensi personel di berbagai fungsi, optimalisasi dukungan sumber daya manusia dan peralatan.
Serta juga, implementasi program Polisi Penolong, serta keterbukaan dalam menyampaikan kendala lapangan.
Hal ini penting agar setiap hambatan yang ada dapat segera dicarikan solusi demi perbaikan kinerja institusi ke depan.
Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan pendalaman materi supervisi secara teknis oleh tim Baharkam Polri.
Sebagai penutup, tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi fisik kendaraan operasional serta alat material khusus (Alsus) milik Ditpamobvit, Ditsamapta, dan Ditbinmas Polda Kepri.
Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh sarana prasarana dalam kondisi prima guna mendukung kelancaran tugas personel di lapangan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di wilayah perbatasan dan maritim Indonesia.
Pada kesempatan yang sama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau kepada masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam.
Bisa juga kata dia, melalui aplikasi Polri Super Apps sebagai sarana pelayanan dan pengaduan masyarakat secara cepat dan terpadu.***