KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, menyebutkan dari sisi regional inflasi Tanjungpinang berada pada peringkat ke-16 dari 41 kabupaten/kota di Sumatera.
Dan juga berada pada peringkat ke-43 dari 150 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) secara nasional.
Pernyataan Kepala BPS Tanjungpinang tersebu saat hadir pada rakor bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama TP2DD di Kantor Walikota Tanjungpinang, Senin 13 April 2026.
Baca Juga: PSMM Tanjungpinang, Dinilai Sekda Zulhidayat Beri Kontribusi Berperan Dorong Ekonomi Daerah
“Ke depan, kami terus memantau perkembangan harga, khususnya komoditas pangan dan energi, agar stabilitas inflasi tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara kata dia, tingkat deflasi terjadi di tengah inflasi nasional sebesar 0,41 persen dan inflasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar 0,08 persen.
Secara kumulatif, inflasi Tanjungpinang tetap berada dalam kondisi terkendali dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,54 persen dan inflasi tahunan mencapai 3,98 persen.
Penurunan harga pada Maret dipengaruhi oleh sejumlah komoditas, seperti cabai merah, angkutan udara, ikan segar, dan bawang merah.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta sektor transportasi turut memberikan andil terhadap deflasi.
Di sisi lain, beberapa komoditas seperti beras, telur ayam ras, bensin, dan daging sapi masih memberikan tekanan terhadap inflasi.
Secara tahunan, inflasi Tanjungpinang sebesar 3,98 persen masih berada dalam rentang terkendali. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama, diikuti sektor perumahan dan energi.***