Malah mereka mengaku lebih enjoy seperti main handphone, tidak seperti ujian kertas penuh serius dan tegang.
Sementara Amsakar sendiri menilai, Implementasi ujian digital ini sebagai langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
Sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan pendidikan di Kota Batam.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi ujian adalah keniscayaan di tengah perkembangan teknologi.
Menurutnya, penerapan sistem tersebut akan mendukung efektivitas guru serta memberikan penilaian yang lebih objektif.
“Jika kita bisa beradaptasi dengan baik, digitalisasi akan mempermudah kerja guru, meningkatkan kualitas belajar, dan memberikan penilaian yang lebih akurat.
Intinya, digitalisasi harus membawa manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran,” kata Amsakar.
Selain itu, ia juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat dan berpotensi memperluas kemampuan analisis pendidikan apabila diterapkan secara tepat.
“Di era Artificial Intelligence, kita lebih mudah melihat potensi.
Baca Juga: Hadiri Perayaan Natal Bersama, Amsakar Ajak Pegawai Bangun Energi Kolektif
Mudah-mudahan pelaksanaan hari ini bukan sekadar formalitas, tetapi inovasi yang lebih baik dibandingkan cara konvensional sebelumnya,” harapnya.
Amsakar juru turut menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan guru yang telah berperan dalam menyukseskan penyelenggaraan SAS Online.***