Pada kesempatan itu, Saibansah menerima titipan donasi dari sejumlah tokoh masyarakat Aceh di Batam.
Di antaranya dari pengusaha yang juga pendiri ARC Fondation, Dian Amri dan pengusaha kulinter Tengku Nasruddin.
Selain itu, juga ada donasi dari Tenaga Ahli Kementerian Haji dan Umrah RI, Putera Batubara, Ketua SMSI Kepri yang juga anggota Penasehat PWI Provinsi Kepri, Rinaldi Samjaya, Ketua Matahari Pagi Indonesia (MPI) Provinsi Kepri, Susanna.
Serta Ketua IKWI Provinsi Kepri, anggota Dewan Pakar PWI Provinsi Kepri Dedy Suwadha dan warga Kota Batam yang prihatin atas derita para korban banjir.
Malam sastra ini juga dihadiri Ketua PWI Kota Batam, Muhammad Khafi, yang menyebut momen tersebut menjadi ruang bagi jurnalis untuk menyalurkan empati.
Baca Juga: Polisi Himbau Warga Pesisir Waspada Banjir Rob, AKP Monang: Pantau Terus BMKG
Khafi menuturkan banyak wartawan yang tidak kuasa menahan emosi ketika melihat kampung halaman atau kerabat terkena dampak bencana.
Puisinya berjudul “Batam Menandai Getir yang Sama” dibacakan Ketua PWI Provinsi Kepri, Saibansah Dardani, dengan penjiwaan mendalam.
Sejumlah penyair dari Komunitas Rumahitam, seperti Hening dan Taring, juga tampil membacakan puisi.
Taring, misalnya, menghadirkan syair bernuansa kritik sosial yang disampaikan dengan penghayatan kuat.
Baca Juga: Gubernur Kepri Ajak Wisudawan Lebih Tingkatkan SDM Guna Hadapi Era Society 5.0
Sementara itu, Wakil Ketua Perkumpulan Masyarakat Aceh (Permasa) Kota Batam, Sanusi, juga hadir mewakili warga Batam asal Aceh.
Meskipun mengaku berlatar belakang ilmu teknik dan belum pernah tampil membaca puisi, Sanusi pun ikut membawakan karya berjudul “Wahai Lelaki Pemanggul Karung Beras” dengan cukup apik.***