peristiwa

Tertimbun Runtuhan Gempa NTT, Nenek 84 Tahun Ditemukan Selamat Meski Tak Makan-Minum Selama 4 Hari

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:57 WIB
Menyoroti insiden seorang nenek 84 tahun yang bertahan selama 4 hari dari reruntuhan akibat gempa yang melanda NTT. Berikut ini kisahnya. (Instagram.com/@bmh_jatim)

KLIKREAD.COM, NTT - Sebagian publik di media sosial, memberi perhatian pada kisah Paulina Pobi, seorang nenek 84 tahun yang ditemukan selamat usai tertimbun reruntuhan rumahnya selama 4 hari pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam video yang beredar, seorang lansia tersebut dievakuasi dari puing-puing bangunan pada 18 Agustus 2026.

Diketahui, rumahnya yang berada di sebuah pulau kecil sebelah utara Flores hancur dan rata dengan tanah, setelah dihantam gempa dahsyat pada 15 Agustus 2026 lalu.

Saat gempa terjadi, Paulina dilaporkan tertimbun hidup-hidup di bawah reruntuhan dinding bambu.

Baca Juga: Atasi Kendala Geografis Hinterland, Pemko Batam dan BPH Migas Dorong Pembentukan Subpenyalur BBM Subsidi

Pihak keluarga yang awalnya menduga korban telah diselamatkan dan dibawa ke posko pengungsian, baru menyadari keberadaannya saat kembali ke rumah pada hari ke-4 pascabencana.

Warga setempat, Rudolfus Riba menuturkan korban terperangkap di bawah reruntuhan selama 4 hari penuh tanpa asupan asupan nutrisi, namun kondisi kesehatan Paulina terbilang sangat stabil.

"Karena lumpuh, ia tidak bisa bergerak atau berbicara, sehingga baru pada hari keempat keluarganya akhirnya menemukannya,” ujar Riba sebagaimana dikutip dari Straits Times, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Riba memastikan kondisi sang nenek tidak ada luka sama sekali, dan hanya sedikit lemas karena tidak makan atau minum selama berhari-hari.

Baca Juga: Atasi Kendala Geografis Hinterland, Pemko Batam dan BPH Migas Dorong Pembentukan Subpenyalur BBM Subsidi

"Rasanya sulit dipercaya, hampir seperti keajaiban," imbuhnya.

Polisi: Korban Dibawa ke Puskesmas

Terpisah, Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno memastikan korban berhasil dievakuasi oleh masyarakat Desa Nitunglea pada Selasa, 18 Agustus 2026 siang.

Bambang memastikan korban selamat dan masih dirawat di puskesmas setempat.

Halaman:

Tags

Terkini