“Data ini kemungkinan masih terus bertambah ya,” ujar Zulkarnain kepada awak media pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Para siswa tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Kabanjahe, Rumah Sakit Mina, dan Puskesmas Berastagi.
Adapun data terbaru mengenai siswa yang diduga keracunan, menurut laporan dari Dinas Kominfo Karo, ada sekitar 289 orang.
Perawatan kepada siswa, rinciannya sebanyak 157 orang dengan 137 di antaranya rawat inap dan 20 orang rawat jalan di Rumah Sakit Amanda Berastagi.
Kemudian sebanyak 90 orang di RS Efarina, 35 orang di RSUD Kabanjahe, 4 orang di RS Mina, dan 3 orang lainnya di Puskesmas Berastagi.
Pernyataan Antonius tersebut lantas menjadi sorotan karena menyebut ‘berita baik’ saat lebih dari 250 siswa mengalami dugaan keracunan.
Baca Juga: Kronologi Insiden Kebakaran di SPPG Puri Medali Mojokerto, Diduga Bermula dari Ledakan Gas Elpiji
Beberapa komentar dari warganet seperti, “Padahal bisa memberi statement yang ada empatinya, seperti permintaan maaf dan janji evaluasi,” tulis akun @adr*******e
“Ini seperti sudah KLB kalau sebanyak itu yang jadi korban, kok responnya begitu?” tulis akun akun @lin********h
“Maksudnya mungkin anak-anak itu keadaannya sudah membaik, jadi tidak terlalu parah. Tapi memang tutur bahasanya kurang tepat,” tulis akun @dea******g***