nasional

Tak Lagi Terisolasi Lautan, Warga Perbatasan Kepri Bersiap Menyambut Era 'Merdeka Sinyal'

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 14:01 WIB
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, dan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian KomDigi, Wayan Toni Supriyanto, di Menara Danareksa, Jakarta. (Humas Diskominfo Kepri )

Baca Juga: Impian Pendidikan Tanpa Batas: Cerita Anak Hinterland Batam Menuju Kampus Impian

Pembangunan ini menggandeng operator seluler besar (Telkomsel, XLSMART, dan Indosat Ooredoo Hutchison) dengan memanfaatkan keunggulan frekuensi 700 MHz pita frekuensi yang dikenal berjangkauan luas, efisien, dan tangguh menembus pelosok.

​Tak hanya BTS terestrial, jaringan pendukung seperti Satelit Republik Indonesia (SATRIA), tulang punggung Palapa Ring, hingga teknologi satelit direct-to-device (D2D) juga diterjunkan untuk menyapu bersih 207 titik kendala sinyal yang tersisa.

​Dirjen PPI KomDigi, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa negara hadir untuk menembus 'batu cadas' hambatan geografis kawasan kepulauan. 

Bagi KomDigi, pemerataan digital adalah kunci utama memacu investasi dan membuka isolasi ekonomi warga pesisir.

Baca Juga: Merawat Kebhinekaan Lewat Kata, BP Batam dan Yayasan Sayang Anak Indonesia Kolaborasi Perkuat Literasi Generasi Muda

​"Upaya ini bukan sekadar pemenuhan infrastruktur, melainkan instrumen vital untuk memastikan kesejahteraan digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar. 

Kami akan memantau berkala agar Kepulauan Riau benar-benar merdeka sinyal secara utuh," tutur Wayan.

​Melalui sinergi ini, bentangan laut Kepri tak lagi menjadi pemisah, melainkan jembatan digital yang menghubungkan senyum anak-anak perbatasan dengan masa depan yang lebih cerah.***

Halaman:

Tags

Terkini