peristiwa

Diduga Gegara Konsumsi Menu MBG Basi, 707 Warga Sekolah di SMKN 6 Semarang Alami Keracunan Massal

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 20:33 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal dugaan kasus keracunan massal imbas konsumsi menu MBG di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah. (Instagram.com/@katakitaig))

KLIKREAD.COM, Semarang - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti dugaan kasus keracunan massal imbas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah.

Sebelumnya diketahui, ratusan warga sekolah yang terdiri dari siswa dan guru, sempat mendapatkan perawatan medis usai diduga sempat mengonsumsi menu MBG yang sudah tak layak alias basi, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Terkini, total 42 siswa sempat dirawat di puskesmas maupun rumah sakit setempat imbas kasus keracunan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam menuturkan, terdapat sebanyak 707 warga sekolah, dengan rincian 693 siswa dan 14 guru di SMKN 6 Semarang yang diduga mengalami keracunan menu MBG basi itu.

Baca Juga: 3 Pejabat PDAM Bekasi Diduga Korupsi Proyek Pipa Air Bersih, Bikin Negara Boncos Rp4,5 Miliar

"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru," kata Hakam dikutip dalam keterangannya, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Hakam menyebut, sebanyak 689 orang mendapat penanganan di sekolah.

Sementara itu, 9 orang lainnya dirujuk ke Puskesmas Halmahera hingga RSUD KRMT Wongsonegoro.

"9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut," sebut Hakam.

Baca Juga: Lantik Panglima Sambang Kota Batam, Amsakar Ajak Gagak Hitam Jadi Perekat Persatuan

"Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya," imbuhnya.

Dalam penuturannya, Hakam memastikan pihaknya tengah menelusuri penyebab pasti ihwal keracunan massal di SMKN 6 Semarang.

Terkhusus, terkait apakah insiden tersebut berkaitan dengan menu MBG yang sudah tak layak konsumsi, atau tidak.

"Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian," beber Hakam.

Halaman:

Tags

Terkini