KLIKREAD.COM - Sebanyak 15 jenazah korban kecelakaan antara KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, kini telah teridentifikasi di sejumlah rumah sakit (RS) Bekasi dan Jakarta, pada Rabu, 29 April 2026.
Salah satunya, Gita Septia Wardani, seorang mahasiswi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang terkonfirmasi menjadi salah satu korban kecelakaan dalam KRL tersebut.
"Turut berduka cita atas berpulangnya mahasiswi kami dalam tragedi KRL Bekasi Timur," tulis postingan Instagram resmi UBSI, @humas.ubsi pada Rabu, 29 April 2026.
Peristiwa kecelakaan yang dialami Gita Septia, kian terasa pilu usai terungkap percakapan terakhir korban bersama keluarga maupun teman-temannya.
Dalam percakapan itu, terdapat pesan terakhir korban kepada orang tuanya hingga tersirat tentang mimpi korban semasa hidupnya. Berikut ini kisahnya.
10 Menit Lagi Sampai Cibitung
Kakek korban, Rajihun (63) menuturkan adanya pesan WhatsApp (WA) dari korban usai sempat mencari keberadaan cucu kesayangannya di RSUD Kota Bekasi, pada Selasa, 28 April 2026.
"10 menit lagi sampai Cibitung," kata Rajihun menuturkan pesan terakhir korban kepada orang tuanya.
Saat itu, Rajihun mengatakan ayah Gita telah menunggu di Stasiun Cibitung.
Namun, Gita yang pulang dari kuliahnya justru tidak kunjung datang hingga tak bisa dihubungi.
"Tapi setelah bapaknya jemput di Stasiun Cibitung, ternyata KRL (yang ditumpangi korban) alami kecelakaan," ungkap Rajihun.
Sang Pendukung Setia Liverpool