Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI Gelombang Kedua dari Iran

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Minggu, 15 Maret 2026 | 08:33 WIB
Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI Gelombang Kedua dari Iran
Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI Gelombang Kedua dari Iran


KLIKREAD.COM, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah mempersiapkan pemulangan 34 warga negara Indonesia (WNI) dari Iran pada pekan ini menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan pemulangan ini merupakan gelombang kedua menyusul evakuasi tahap pertama terhadap 32 WNI yang dilakukan pada awal pekan ini.

"Untuk evakuasi tahap kedua ini tengah berproses, diikuti oleh 34 WNI," ujar Heni dalam konferensi pers, Jumat, 13 Maret 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemulangan WNI gelombang kedua ini terdiri dari dua kelompok.

Baca Juga: Solidaritas Musisi Kepri Bergerak: Bantu Ibas yang Sedang Berjuang Melawan Gagal Ginjal

Kelompok pertama sebanyak 20 orang telah tiba di Tanah Air pada Jumat, 13 Maret 2026 malam, sementara kelompok kedua berjumlah 14 orang dijadwalkan tiba pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Heni menambahkan pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran akan terus melakukan pemantauan dan asesmen keamanan di Iran sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan rencana evakuasi selanjutnya.

"Sesuai statement Pak Menlu tentang evakuasi bertahap, maka keperluan tentang evakuasi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi terakhir di lapangan dan juga melihat kesiapan dan kesediaan para WNI yang masih ada di sana," tambahnya.

Selain menyinggung pemulangan WNI dari Iran, Heni mengatakan pemerintah juga tengah mendampingi WNI di Timur Tengah yang belum dapat kembali ke Tanah Air akibat penutupan ruang udara di kawasan tersebut.

Baca Juga: Kapolresta Barelang Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Menjelang dan Selama Mudik Lebaran 2026

Ia menyebutkan saat ini terdapat lebih dari 6.000 WNI yang tertahan di Timur Tengah, di mana sebagian besar merupakan jemaah umrah yang masih berada di Jeddah, Arab Saudi.

Pemerintah saat ini menampung mereka di sejumlah penginapan sambil menunggu jadwal penerbangan selanjutnya.

"Secara bertahap, mereka difasilitasi untuk dipulangkan ke tanah air dan tentunya mempertimbangkan jalur penerbangan maupun ruang udara yang terbuka," tutupnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X