KLIKREAD.COM, Afsel - Presiden Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa menegaskan, bahwa negaranya tidak gentar menghadapi keputusan Amerika Serikat (AS).
Kendati AS memilih untuk tidak menghadiri pembahasan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan.
“Kami tidak akan setuju untuk diintimidasi.
Baca Juga: Prabowo Terima Tanda Kehormatan Bejeweled Grand Cordon Al-Nahda dari Raja Yordania Abdullah II
Tanpa Amerika Serikat, proses G20 tetap berjalan,” ucap Ramaphosa, dikutip dari Africanews, Sabtu, 22 November 2025.
Gedung Putih menyampaikan bahwa AS hanya akan mengirim delegasi diplomatik untuk menghadiri sesi serah terima presidensi G20 kepada Amerika Serikat pada tahun depan.
Hal ini dijadwalkan berlangsung di klub golf milik Presiden Donald Trump di Doral, Florida.
Keputusan untuk tidak hadir tersebut muncul setelah Trump menuduh pemerintah Afrika Selatan melakukan penganiayaan terhadap petani minoritas Afrikaner.
Baca Juga: Pemerintah China Mengeluarkan Larang Warganya Liburan ke Jepang, Ini Alasannya
Meskipun tuduhan itu banyak dibantah, Trump tetap melontarkan kritik terhadap Afrika Selatan sejak kembali menjabat.
Dalam pertemuan di Gedung Putih pada Mei lalu, ia bahkan menekan Ramaphosa dengan klaim kekerasan yang tidak terbukti terhadap warga keturunan Belanda, Prancis, dan Jerman tersebut.
Ramaphosa tetap meyakini bahwa KTT G20 akan menghasilkan deklarasi bersama meskipun ada tekanan dari Washington.
Baca Juga: Prabowo Bertemu PM Australia Albanese, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia–Australia
Seorang pejabat G20 Afrika Selatan mengungkap bahwa AS mengirim pesan diplomatik agar tidak ada deklarasi karena ketidakhadiran delegasi Amerika membuat konsensus sulit tercapai.