KLIKREAD.COM, China - Pemerintah China resmi melarang warganya untuk bepergian ke Jepang dalam waktu dekat.
Larangan ini dikeluarkan lewat peringatan resmi dari Kementerian Luar Negeri China dan kedutaan-kedutaan mereka di Jepang pada 14-15 November 2025.
Alasannya adalah “situasi keamanan yang memburuk” bagi warga China setelah Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, mengeluarkan pernyataan keras soal Taiwan.
Baca Juga: Prabowo Bertemu PM Australia Albanese, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia–Australia
Sanae Takaichi, yang jadi perdana menteri perempuan pertama Jepang sejak 21 Oktober 2025, mengatakan kalau China menyerang Taiwan.
Hal itu bisa dianggap “ancaman terhadap kelangsungan hidup Jepang”.
Kalau itu terjadi, Jepang berhak mengirim pasukan untuk membantu sekutunya (terutama Amerika Serikat).
Pernyataan ini langsung membuat China marah besar karena dianggap ikut campur urusan dalam negeri mereka.
Baca Juga: Viral Miss Israel Diduga Sinis pada Miss Palestina di Ajang Miss Universe 2025
Hal inilah yang menjadikan China langsung bereaksi keras.
Selain melarang warganya ke Jepang, mereka juga memanggil duta besar Jepang di Beijing dan mengeluarkan ancaman dari Kementerian Pertahanan bahwa Jepang akan “ditumbangkan” kalau ikut campur urusan Taiwan.
Bahkan ada postingan diplomat China yang sempat mengancam nyawa Takaichi, meski akhirnya dihapus.
Padahal baru dua minggu lalu, Takaichi dan Presiden Xi Jinping bertemu di pertemuan APEC dan janji mau menjaga hubungan yang “konstruktif dan stabil”.