KLIKREAD.COM, Kuala Lumpur - Hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN dimanfaatkan secara maksimal oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Usai menghadiri sidang pleno pembukaan, Presiden Prabowo juga menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan dua pemimpin negara ASEAN secara bergantian di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia.
Dalam serangkaian agendanya, Senin, 26 Mei 2025 Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Laos, Sonexay Siphandone dan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong Shyun Tsai secara terpisah.
Baca Juga: Anda Memiliki Tekad dan Kemajuan yang Baik untuk Ramalan Zodiak Capricorn Rabu, 28 Mei 2025
Pertemuan berlangsung tertutup namun dalam suasana yang disebut produktif dan penuh kehangatan.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir mendampingi Prabowo dalam forum bilateral tersebut.
Mereka adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menko Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Baca Juga: Walikota dan Wakil Walikota Batam Tinjau Dua Titik Proyek Pelebaran Jalan
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, pembahasan dalam dua pertemuan tersebut berfokus pada peningkatan hubungan kerja sama, terutama di sektor ekonomi.
“Tadi juga Bapak Presiden sempat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Lao PDR [Laos] dan Perdana Menteri Singapura," kata Sugiono
"Dalam perbicaraan kedua pertemuan bilateral tersebut sudah menyampaikan bahwa perlu ada peningkatan hubungan kerjasama khususnya di sektor-sektor ekonomi," sambung Sugiono.
Baca Juga: Performa Laptop HP Spectre Fold Mengikuti Aktifitas Anda yang Berat
Sugiono menegaskan bahwa pendekatan Indonesia dalam KTT ini tidak sekadar simbolik, tetapi mendorong kerja sama yang nyata dan berkelanjutan di tingkat regional.
Setelah merampungkan agenda bilateral, Prabowo bergabung kembali dalam forum utama KTT ASEAN bersama para pemimpin negara anggota lainnya untuk menandatangani Deklarasi Kuala Lumpur tentang ASEAN 2045: