internasional

Parlemen Uni Eropa Tolak China Bangun Bendungan di Dataran Tinggi Tibet

Minggu, 25 Mei 2025 | 15:10 WIB
Ilustrasi. Foto udara penampakan Bendungan Tiga Ngarai di China. Foto: AFP/STR

KLIKREAD.COM, Eropa - Parlemen Eropa menyoroti konsekuensi serius dan luas bagi hak asasi manusia serta lingkungan, terkait pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air oleh China di Dataran Tinggi Tibet.

Isu ini diangkat pada konferensi Parlemen Eropa bersama Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH) dan organisasi anggotanya, Kampanye Internasional untuk Tibet (ICT) pada 14 Mei lalu.

Konferensi ini juga dihadiri sejumlah anggota masyarakat sipil, termasuk perwakilan masyarakat Uyghur, yang telah menghadapi kebijakan ekstraksi sumber daya kolonialis yang serupa.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Bantah Dituding Nepotisme Angkat Putrinya Jadi Wakil Presiden Partai PKR

"Apa yang terjadi di atap dunia berdampak pada kita semua secara global, dan Uni Eropa tidak dapat tinggal diam tentang bendungan Tiongkok di Tibet," kata Heide, mengutip dari situs FIDH, Selasa 20 Mei 2025.

"Ekstraksi sumber daya di wilayah yang diduduki, yang mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia serta kerusakan lingkungan, tidak dapat diterima," sambungnya,

"Keberlanjutan sesungguhnya adalah ketika proyek-proyek yang berjalan menghormati planet kita dan orang-orang yang tinggal di dalamnya," ungkap Heide.

Baca Juga: Presiden Donald Trump Larang Universitas Harvard Terima Mahasiswa Internasional

Sementara Palmo Tenzin, Peneliti Senior di ICT, membuka panel tersebut dengan ikhtisar temuan dari laporan terbaru ICT tentang proyek bendungan tenaga air China di Tibet.

Ia menjelaskan mengapa proyek semacam itu tidak berkelanjutan seperti yang diklaim oleh pemerintah China, dan menguraikan serangkaian rekomendasi untuk badan internasional dan pemerintah asing.

Termasuk perlunya UE untuk memastikan bahwa perusahaan Eropa tidak terlibat dalam rantai pasokan industri konstruksi tenaga air di Tibet.

Baca Juga: Presiden RI Prabowo Subianto Disambut Meriah Pejabat Tinggi dan Diaspora Indonesia Saat Tiba di Thailand

Tenzin Choekyi, Peneliti Senior di Tibet Watch, memberikan wawasan tentang biaya manusia, budaya, dan peradaban dari perluasan pembangkit listrik tenaga air yang tidak diatur di China.

Ia juga membagikan rekaman video dari protes terhadap bendungan Kamtok (Gangtuo) pada Februari 2024, yang ditanggapi dengan tindakan keras oleh otoritas China.

Halaman:

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Disambut Hangat di Seoul

Rabu, 1 April 2026 | 10:54 WIB