Sinopsis Film 'Pesta Babi' Mengisahkan Ancaman Kehilangan Ruang Hidup Akibat Proyek Program Food Estate'

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Jumat, 15 Mei 2026 | 20:24 WIB
Film Dokumenter 'Pesta Babi' hanya bisa ditonton lewat distribusi dilakukan melalui sistem nobar komunitas.
Film Dokumenter 'Pesta Babi' hanya bisa ditonton lewat distribusi dilakukan melalui sistem nobar komunitas.

KLIKREAD.COM - Film Pesta Babi sebagai pemeran utama adalah masyarakat adat Papua Selatan (suku Malind, Yei, Awyu, dan Muyu).

Mereka yang berjuang melawan ekspansi PSN (Proyek Strategis Nasional) di tanah mereka.

Sutradara fim ini adalah Dandhy Dwi Laksono bersama Cypri Jehan Paju Dale, yang menyoroti perampasan tanah adat dan krisis ekologis di Papua.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Nobar Film Dokumenter 'Pesta Babi' di Kampus Dibubarkan

Film ini merupakan garapan kolaboratif dan diproduksi bersama Watchdoc, Greenpeace Indonesia, Yayasan Bentala Pusaka, serta Media Jubi.

Film ini kerap ditayangkan dalam acara nonton bareng (nobar) yang didampingi langsung oleh Dandhy Laksono

Cerita dalam Film Pesta Babi berfokus pada perubahan besar yang terjadi di wilayah Papua Selatan, khususnya di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Film membuka kisah dengan masuknya kapal-kapal pengangkut alat berat untuk mendukung proyek pangan dan energi nasional.

Baca Juga: Berubah Jadi Dono, Begini Penampakan Desta di Film Warkop DKI Reborn

Termasuk pengembangan perkebunan sawit, tebu, hingga biodiesel dan bioetanol.

Di balik narasi pembangunan, film menampilkan keresahan masyarakat adat yang menggantungkan hidup pada tanah dan hutan.

Beberapa komunitas yang menjadi sorotan antara lain suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu.

Mereka digambarkan menghadapi ancaman kehilangan ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan dan program food estate.

Baca Juga: Aktor Reza Rahadian Ajak Generasi Muda Mendalami Penulisan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X