Baca Juga: Profil Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Pengganti Anies Baswedan
Tak hanya Sutrisno, Slamet yang mengaku melihat kereta hantu melintas. Slamet saat itu menjaga perlintasan kereta di Jalan Arief Rahman Hakim, Depok.
“Baru saja terlelap tidur tiba-tiba bel di dalam pos dan sirine berbunyi. Saya langsung kucek-kucek mata melihat jam yang baru menunjukkan pukul 03.30 pagi,” tuturnya.
Tanpa curiga, dia kemudian menutup palang pintu dan membiarkan kereta yang melaju dengan kecepatan 60 km/jam.
Baca Juga: Profil Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Pengganti Anies Baswedan
Kereta tersebut tidak berhenti di Stasiun Depok Baru, padahal normalnya hanya KRL Ekspress yang tidak berhenti di stasiun tersebut.
“Jumat dini hari saat KRL meluncur. Saya sempat merinding bulu kuduk di leher dan tangan. Namun, saya anggap itu karena terpaan angin dari KRL yang lewat saja,” ucap Slamet.
Muhyar yang saat itu menjabat Wakil Kepala Stasiun Manggarai juga tak menampik kabar tersebut. Meski demikian, dia mengakui bahwa memang ada kereta yang beroperasi di luar jadwal pada hari itu.
“Menurut informasi yang saya terima kereta tersebut melintas di jalur tiga dan berhenti di tanjakan arah Stasiun Cikini,” ujarnya.
Adapun, Kepala Humas PT KA Daop Jabotabek Zainal Abidin yang saat itu menjabat juga meyakinkan masyarakat bahwa yang melaju tersebut memang kereta hantu.
“Secara teknis, jadwal operasional kereta Jabotabek itu sekitar pukul 05.00 WIB. Yang bikin saya tambah heran, kereta tersebut meluncur tanpa ada pasokan aliran listrik. Rasanya kalau ada orang yang sengaja iseng menjalankan kereta nggak mungkin.
Sebab, rangkaian kereta yang sudah masuk kandang itu pasti dikunci dan nggak mungkin ada orang yang bisa menjalankan,” ungkapnya.
Disclaimer: Artikel ini pernah tayang di bogorinsider.com dengan judul "Cerita Kereta Hantu Bogor-Jakarta Pernah Heboh Tahun 2003, KRL Jalan Tanpa Masinis" ditulis oleh Abdul Halim Trian Fikri.*