Baca Juga: RESMI MENGASPAL! Yamaha Mio Sporty 2023, Honda BeAT Auto Panik
Memenangi Copa America di negara rival dan mengalahkannya di final adalah suatu pencapain luar bisa buat pelatih muda yang minim pengalaman, namun berhasil membuat Argentina menjadi lawan yang sulit dikalahkan dalam 36 laga hingga menjelang kick off Piala Dunia 2022.
Argentina dan Scaloni datang ke Qatar dengan rekor fantastis dan dianggap sebagai favorit juara Piala Dunia 2022. Scaloni selama 18 bulan terakhir berhasil membangun sebuah tim yang bermain untuk Messi, sang bintang utama mereka.
Scaloni berhasil meracik strategi yang mana, semua pemain harus bertarung dan mengeluarkan semua kemampuannya demi Messi dan Argentina.
Scaloni memberikan kebebasan kepada Messi dan melepaskan beban Messi kepada yang lain untuk bisa memberi ruang gerak yang bebas buat Messi mengkreasi permainan, gol, assist, ataupun Messi membiarkan rekan setimnya bekerja keras buat Argentina.
Baca Juga: Harga 5 Mobil Favorit Messi vs Trofi Piala Dunia Qatar 2022 Milik Messi, Kalah Telak Gan!
Dengan sistem permainan seperti itu, Scaloni berhasil mengakhiri penantian 36 tahun mereka untuk kembali ke puncak sepakbola dunia dengan kemenangan 4-2 dalam adu penalti, yang terjadi setelah bermain imbang 3-3 yang mendebarkan.
Gelombang emosi menguasai para pemain menyusul kemenangan Piala Dunia ketiga buat Argentina, meski Scaloni awalnya mencoba tabah setelah Gonzalo Montiel mengonversi penalti kemenangan buat Argentina.
Tetapi momen itu akhirnya menimpanya dan dia terisak tak terkendali saat besarnya pencapaian itu meresap.
Scaloni memang adalah pelatih tanpa ekspresi setiap pemainnya mencetak gol atau meraih kemenangan di babak penyisihan. Dia selalu menyimpan emosi bahagianya jika Argentina menang, seperti waktu juara Copa America 2021, Scaloni menangis sembari memeluk Messi.
Melihat momen tersebut, penggemar sepakbola dengan cepat mengomentari adegan yang mengharukan itu, dengan satu ucapan: "Sepak bola, permainan di mana kami mengeluarkan semuanya."
Beberapa penggemar sepakbola dunia bahkan banyak memberikan komentar mengenai momen Scaloni terlihat menangis sewaktu Montiel mengelabui Hugo Lloris.