KLIKREAD.COM - Tahun 2018 adalah tahun hancurnya sepakbola Timnas Argentina. Setelah kalah dari Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2018, Tim Tango dihadapkan pada situasi pelik. Tidak ada yang mau melatih Argentina sama sekali.
Baca Juga: Pele dan Ronaldo, Diego Sedang Tersenyum dan Berpesta di Surga Saat Messi Angkat Trofi Piala Dunia
Situasi pelik itu bukan hanya prestasi buruk Argentina sejak kegagalan di final Piala Dunia 2014, Copa America 2015 dan 2016, namun juga bobroknya federasi sepakbola Argentina, AFA, yang penuh dengan intrik politik dan keuangan.
Tahun 2018 bulan Juli, AFA menunjuk Lionel Scaloni, mantan punggawa Timnas Argentina di Piala Dunia 2006, menjadi pelatih dikarenakan tidak ada yang mau mengisi pos pelatih. Scaloni memegang Timnas Argentina yang hancur namun berhasil dibuatnya menjadi kampiun Piala Dunia 2022 tadi malam (18/12).
Baca Juga: Peter Drury: Messi Adalah GOAT
Penunjukkan Scaloni, meski tujuan AFA hanya sebagai pelatih interim, saat itu bahkan mendapatkan kecaman dari legenda Argentina, Diego Maradona.
Maradona mengatakan penunjukkan Scaloni adalah suatu kesalahan, bahkan Diego D10S Maradona berani mengatakan Scaloni adalah orang yang tak sanggup mengatur lalu lintas di jalanan.
Namun, Scaloni jalan terus dengan tugas mengembalikan performa Argentina menjelang Copa America 2019 di Brasil dan harus meyakinkan kembali Lionel Messi kembali membela Tim Tango.
Baca Juga: Jadi Inget Tahun 90-an! Motor Bebek GPX ROCK 110 Bergaya Retro, Nyaman dan Punya Fitur Kekinian
Perlahan tapi pasti, Scaloni membangun ulang fondasi timnas Argentina, nama-nama lama sudah tidak lagi dipanggil, Scaloni mencoba memanggil pemain-pemain muda yang masih lapar dan dahaga kemenangan.
Namun, Scaloni harus menyeimbangkan dengan pemain senior yang pengalaman dan masih punya ambisi dengan La Albiceleste. Messi kembali dimasukkan dalam skuad Copa America 2019, bersama Kun Aguero, Angel Di Maria, dan Nicolas Otamendi.
Dia kemudian memasukkan nama-nama baru, seperti Cuti Romero, Lisandro Martinez, Emiliano Martinez, Alexis MacAlister, Nico Gonzalez, Nahuel Molina, Gonzalo Montiel, Enzo Fernandez, Leandro Paredes, dan Julian Alvarez.
Setelah kegagalan di Copa America 2019, Scaloni tetap kembali di percaya untuk terus melatih Argentina. Puncak dari revolusi Scaloni adalah berhasil membawa Argentina menebus kegagalan di Copa America sebelumnya, yakni menjuarai Copa America 2021 di kandang Brasil, Maracana.