sport

Duta Piala Dunia Qatar 2022: Homoseksualitas Itu Haram dan Ilegal di Qatar

Rabu, 9 November 2022 | 08:15 WIB
Khalid Salman, Duta Piala Dunia 2022 Qatar, saat diwawancarai oleh televisi Jerman ZDF. Salman mengatakan bahwa homoseksualitas itu haram dan ilegal (tangkapan layar ZDF)

KLIKREAD - Isu tentang homoseksualitas atau LGBTQ+ kembali memanas menjelang kick off perhelatan akbar sepakbola, Piala Dunia 2022 Qatar.

Memanasnya kembali isu ini karena komentar dari seorang Duta Piala Dunia Qatar saat diwawancarai oleh jaringan televisi Jerman ZDF, kemarin Selasa (8/11/2022).

Khalid Salman seorang Duta Piala Dunia 2022 Qatar, dikecam karena komentarnya mengenai homoseksualitas yang 'tidak dapat diterima' alias ilegal di Qatar.

Baca Juga: EA Sports Melakukan Simulasi Game FIFA 23, Hasilnya Argentina Juara Piala Dunia 2022 Qatar

Khalid Salman, duta Piala Dunia Qatar telah dikritik karena komentarnya tentang homoseksualitas.

Salman, yang juga merupakan mantan pesepakbola, membuat pernyataan yang memicu reaksi dari kalangan aktifis hak asasi manusia selama wawancara dengan seorang penyiar dari ZDF yang dilansir dari laman sportbible.com.

Ketika ditanya tentang fakta bahwa homoseksualitas adalah ilegal di negaranya, Salman meresponsnya dengan tegas: “Mereka harus menerima aturan kami di sini. [homoseksualitas] adalah haram. Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan haram?"

Baca Juga: Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, Mengaku Menyesal Mengizinkan Qatar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Ketika ditanya balik mengapa homoseksualitas itu haram, atau dilarang, Khalid Salman menjawab: "Saya bukan seorang Muslim yang ketat tetapi mengapa itu haram? Karena itu merusak pikiran."

Komentar Salman kemudian mendapatkan serangan balik dari pendukung hak asasi manusia. Salah satunya dari  Rasha Younes, yang merupakan anggota program hak-hak LGBT di Human Rights Watch. Younes mengutuk keras komentar Salman mengenai homoseksualitas atau LGBTQ+. 

Baca Juga: Jersey 32 Tim Peserta Piala Dunia, Mulai dari Nike, Adidas, Hingga Puma

Younes berkata: "Saran Salman bahwa ketertarikan sesama jenis adalah 'kerusakan dalam pikiran' adalah berbahaya dan tidak dapat diterima. Kegagalan pemerintah Qatar untuk melawan informasi palsu ini memiliki dampak signifikan pada kehidupan warga LGBT di Qatar, mulai dari memicu diskriminasi dan kekerasan terhadap mereka hingga membenarkan mereka melakukan praktik konversi yang disponsori negara.”

Baca Juga: Mural Maradona Muncul di Buenos Aires, Bentuk Dukungan bagi Timnas Argentina dalam Piala Dunia 2022 Qatar

Semakin hangatnya isu LGBTQ+ dan homoseksualitas menjelang dimulainya Piala Dunia 2022 memang itu terlepas dari urusan olahraga itu sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini

Belanda Bangkit, Taklukkan Norwegia 2-1

Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:41 WIB

Cristian Romero Diburu Tiga Raksasa Spanyol

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:06 WIB

Marc Marquez Kesal, Emosi Meledak di Brasil

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:58 WIB

Ducati Yakin Gresini Tetap Bertahan di MotoGP

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:15 WIB