KLIKREAD- Polisi membeberkan kronologi kejadian kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 127 orang.
Pertandingan Arema FC kontrak Persebaya yang mulai pukul 20:00 WIB.
Pertandingan berlangsung sengit dan mendebarkan.
Namun sayang, Arema FC sebagai tuan rumah harus menelan kekalahan setelah skor akhir 2-3 dari Persebaya.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebut awalnya laga Arema vs Persebaya berjalan lancar.
Setelah pertandingan berakhir, barulah sejumlah suporter Arema FC merangsek ke lapangan karena merasa kecewa.
Tak hanya itu, beberapa dari suporter bahkan turun ke lapangan untuk mengejar pemain dan ofisial.
Untuk mencegah kerusuhan lebih besar melakukan pengalihan supaya para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain.
Baca Juga: UPDATE YUK! Inilah 7 Kunci Jawaban Tantangan Harian Tebak Kata Shopee Edisi Minggu 2 Oktober 2022
Kekecewaan suporter semakin tak terbendung dengan melempar benda-benda ke dalam lapangan.
Polisi pun menembakkan gas air mata ke arah suporter untuk meredakan kemarahan suporter
Bukan malah mereda, tembakan gas air mata justru membuat penonton panik dan saling injak.