KLIKREAD.COM - Sifat orang shalih tidak hanya sebatas menjalankan ritual ibadah (mahḍah), tetapi juga mencakup kesalehan sosial, yaitu memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesama.
Serta juga memberikan manfaat kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Artinya seorang muslim yang ideal adalah yang mampu menjaga keseimbangan antara hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan manusia.
Baca Juga: Jangan Ucapkan Ini, karena Ucapan Ini Paling Dibenci Allah
Seperti sikap santun, suka membantu, dan berempati sesama.
Al Fakihani berkata,
“Setiap orang yang shalat sebaiknya menghadirkan hati dalam shalatnya yaitu ia mendoakan keselamatan untuk para nabi, para malaikat, dan orang-orang yang beriman.
Hal ini agar sesuai dengan lafazh doa dan maksudnya.” (Idem).
Baca Juga: Inilah Cara Rasulullah Tidak Pernah Mencela Makanan Bila Tidak Suka
Intinya, hamba yang shalih bukanlah yang hanya memperhatikan ibadah, shalat dan dzikir.
Hamba yang shalih juga punya hubungan yang baik dengan sesama. Karena demikianlah Nabi kita yang mulai diutus. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
“Sejujurnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq.” (HR. Ahmad 2: 381, shahih)
Baca Juga: Inilah Cara Rasulullah Tidak Pernah Mencela Makanan Bila Tidak Suka
Hamba shalih berarti tidak durhaka pada orang tua, tidak berlaku kasar pada istri, tidak memutuskan hubungan silaturahim dengan tetangga, dan tidak berakhlak buruk dengan kaum muslimin lainnya.