KLIKREAD.COm - Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak pernah mencela makanan maupun masakan istri.
Dan beliau mengajarkan umatnya untuk tidak mencela makanan.
Beliau akan memakannya jika suka dan tidak menyentuhnya jika tidak suka, tanpa komentar negatif.
Baca Juga: Mengakhiri Shalat Jamaah karena Urusan Duniawi Hukumnya Haram
Hal ini menunjukkan akhlak terpuji dan menghargai usaha orang lain.
Seperti yang dicontohkan dalam kisah Aisyah radhiyallahu 'anha ketika beliau tidak mengeluh meskipun sayurannya sangat asin.
Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَا عَابَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – طَعَامًا قَطُّ ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
“Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela suatu makanan sedikit pun.
Seandainya beliau menyukainya, beliau menyantapnya.
Baca Juga: Pentingnya Iman Sebagai Aset Sangat Berharga bagi Seorang Muslim
Jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya (tidak memakannya).” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064).
Lihatlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan cara bagaimana menghadapi makanan yang tidak kita sukai, yaitu dengan ditinggalkan. (Bahjatun Nazhirin, 2: 51).
Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Inilah adab yang baik kepada Allah Ta’ala.