KLIKREAD.COM - Untuk wafat dalam keadaan bertauhid dan terhindar dari syirik, penting untuk terus memperdalam pemahaman tentang tauhid dan menjauhi segala bentuk syirik.
Ini dapat dicapai dengan belajar ilmu agama dari sumber yang terpercaya, memperbanyak ibadah, berdoa agar diteguhkan di atas agama Allah.
Dan menjauhi segala hal yang menjurus pada kesyirikan.
Baca Juga: Jangan Tergesa-gesa Mengejar Rakaat Shalat Berjamaah
Tauhid Rububiyyah berarti mentauhidkan segala apa yang dikerjakan Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik mencipta, memberi rizki, menghidupkan dan mematikan. Allah adalah Raja, Penguasa dan Rabb yang mengatur segala sesuatu.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Baca Juga: Dilarang Melangkahi Pundak Jamaah Ketika Khatib Berkhotbah
“Ingatlah, menciptakan dan diperintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam .” [Al-A'raaf/7: 54]
Allah Azza wa Jalla berfirman:
ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ
Baca Juga: Ingin Hijrah Tapi Sulit, Perlu Niat Kuat harus Dipegang Erat
“… Yang (berbuat) demikianlah Allah Rabb-mu, ke-punyaan-Nya-lah segala kerajaan.
Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah, tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari .” [Faathir/35:13].***