KLIKREAD.COM - Islam mengajarkan kita untuk menutup aib diri sendiri, begitu juga menutup aib orang lain.
Bahkan, perintah untuk tidak mengumbar aib dan keburukan menjadi salah satu penyebab turunnya ayat Al Quran, yakni Surat Al Hujurat ayat 12.
Hal ini terjadi ketika salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Salman al Farisi, ketika selesai makan ia langsung tidur dengan mendengkur.
Baca Juga: Bacalah Surat Al Baqarah di Rumah Biar Setan pada Kabur
Kelakuan Salman diketahui orang lain dan menjadi bahan pergunjingan, hingga akhirnya aib tersebut tersebar luas.
Mengapa kegalauan diumbar di media sosial sehingga orang lain ikut melihat, menikmati atau membencinya?.
Mengapa sesuatu (apalagi aib) yang seharusnya dututupi agar orang lain tidak mengetahuinya justru dibuka dan diumbar sebagai konsumsi publik?,
Baca Juga: Semua Ujian Pasti Ada Ujungnya, Bantuan Allah Pasti Datang Diwaktu yang Pas
bukankah manusia dianjurkan untuk berdoa agar keburukannya disembunyikan darinya sebagaimana doa berikut:
اللَّهُمَّ استُر عَوْرَاتي ، وآمِنْ رَوْعَاتي ، اللَّهمَّ احفظني من بَينِ يَدَيَّ ومِن خَلْفي ، وَعن يَميني ، وعن شِمالي ، ومِن فَوقي، وأعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحتي
Artinya: Ya Allah tutupi auratku (aib-aibku), tenangkanlah aku dari rasa takutku.
Ya Allah jagalah aku dari arah depan dan belakangku, arah kanan dan kiriku.
Baca Juga: Jadilah Istri Sholehah Menjadi Mesin Penggugur Dosa di Rumah Kita
Serta dari arah atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak dihancurkan dari arah bawahku.
Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri.