KLIKREAD.COM - Dalam berdoa kepada Allah, kita tidak perlu melalui perantara, karena hal itu termasuk perbuatan syirik.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan mereka (kaum musyrikin) beribadah kepada selain Allah sesuatu yang tidak sanggup mendatangkan madharat dan manfaat untuk mereka.
Dan mereka beralasan, ‘Mereka itu adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah'” (QS. Yunus : 18).
Baca Juga: Setelah Tiga Hari Idul Adha, Dilarang Berpuasa pada Hari Tasyriq karena Hari Makan dan Minum
Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya, “Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong mengatakan,
‘Sesungguhnya kami tidak menyembah mereka, melainkan hanya supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’ ” (QS. Az-Zumar : 3).
Dalam dua ayat ini Allah menjelaskan kepada kita tentang alasan yang diajukan oleh kaum musyrikin untuk mendukung kesyirikan mereka.
Baca Juga: Disunnahkan Tidak Makan Dahulu Sebelum Shalat Idul Adha
Mereka berkata bahwa mereka memiliki niat yang baik.
Mereka hanya ingin menjadikan orang-orang shalih yang sudah meninggal sebagai perantara doa mereka kepada Allah.
Mereka menganggap bahwa diri mereka penuh dengan dosa, sehingga tidak pantas untuk langsung berdoa kepada Allah.
Sedangkan orang-orang shalih memiliki keutamaan di sisi Allah.
Baca Juga: Belajarlah Bersabar dan Tabah agar Selalu Ingat akan Kuasa Allah
Mereka ingin agar semakin dekat dengan Allah dengan perantaraan orang-orang shalih itu.