kepri

Capaian Jamsostek Sektor Informal Masih Rendah, Sekdaprov Kepri Evaluasi UCJ di Batam

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:37 WIB
Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan yang membawahi wilayah Sumatera Barat, Riau. (Humas Diskominfo Kepri )

KLIKREAD.COM TANJUNGPINANG - Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi Capaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Provinsi Kepri bertempat di Meeting Room Hotel Oakwood Kota Batam, Rabu 19 Agustus 2026.

Sekdaprov Misni mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri sejauh ini terus melakukan upaya peningkatan Capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Ketenagakerjaan yang masih berada dikisaran angka 58 persen khususnya capaian salah satu cabang yakni di Kota Batam.

Dikatakan Misni, tantangan terbesar tekait capaian UCJ di Kepri sendiri, berada pada sektor pekerja informal, pekerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja mandiri dan rentan, termasuk sektor konstruksi dan pekerja buruh yang tergolong miskin dan miskim ekstrem.

"Karenya, kita terus melakukan berbagai langkah penguatan regulasi, melalui monitoring dan evaluasi bersama pemerintah kabupaten kota, termasuk pihak terkait lainnya, guna memastikan capaian jaminan ketenagakerjaan semua sektor pekerja, " jelasnya.

Baca Juga: Atasi Kendala Geografis Hinterland, Pemko Batam dan BPH Migas Dorong Pembentukan Subpenyalur BBM Subsidi

Bersyukur sambung Misni, hasil evaluasi terkait target capaian UJC di bersama Kementrian Dalam Negeri pada 28 Juli 2026 lalu, komtimen optimis UJC Kepri ditargetkan berada pada angka 64, 29 persen atau 594.126 tenaga kerja.

Sebagaimana data yang ada, bahwa UCJ di Kepri secara total jumlah semesta pekerja berada pada angka 1.046.950, dengan capaian 544.939 tenaga kerja, dan mengalami kenaikan dari tahun 2025 yang berada pada angka 1.032.990 tenaga kerja.

Dijelaskan Misni juga, kalau penyebab belum tercapainya UJC di Kepri utamanya pada semester 1 tahun 2026 ini, dipengaruhi beberapa faktor.

Seperti proyek jasa konstruksi yang masih belum optimal. Dimana proyek lama selesai, proyek baru belum mendaftarkan kepesertaanya.

Baca Juga: Minimnya Petugas Jaga di Pelabuhan, Akses Masuk Barang Ilegal Tak Terpantau

Juga peserta sektor informal dan pekerja rentan lainnya yang didaftarkan pemerintah daerah, banyak yang nonaktif karena belum dilakukan pembayaran lanjutan.

Juga ada keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah, hingga program CSR perusahaan swasta yang belum berlanjut.

"Meski begitu, Pemerintah Provinsi Kepri akan terus mendorong cakupan kepesertaan UJC sesuai target dalam RPJMN 2025 - 2029 dengan terus melalukan perluasan cakupan kepesertaan.

Termasuk untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem sebagaimana amanat Inpres No 8 Tahun 2025, " pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini