KLIKREAD.COM, Bintan – Di tepian jernih Lagoi Bay, kawasan wisata Bintan Resort, deretan sosok besar yang pernah mengukir sejarah gemilang di perairan nusantara kini berdiri tegak menyambut siapa saja yang datang.
Bukan hanya dua, melainkan enam patung setinggi 2,7 meter ini berdiri gagah, bukan sekadar hiasan, melainkan pengingat abadi akan jejak panjang persahabatan, keberanian, dan kejayaan maritim yang melandasi identitas Kepulauan Riau.
Dua sosok yang menjadi pusat perhatian adalah Laksamana Hang Tuah yang memancarkan wibawa ksatria Melayu dengan keris legendaris Taming Sari, berdiri bersanding dengan Laksamana Cheng Ho, jenderal pelaut agung yang membawa layar persahabatan dari negeri Tiongkok.
Kehadiran mereka mengingatkan bahwa persaudaraan lintas bangsa telah tumbuh subur di tanah ini sejak ratusan tahun silam.
Baca Juga: Jalin Ikatan Persaudaraan, Gubernur Ansar Terima Kunjungan Duta Besar Palestina
Namun keagungan sejarah di kawasan itu belum berhenti di situ. Turut berdiri kokoh di samping mereka Gajah Mada, sang pembuka jalan persatuan Nusantara dengan sumpah palapanya yang legendaris.
Hadir pula Pangeran Diponegoro, simbol perlawanan dan keteguhan hati dalam menjaga kedaulatan, serta Sang Nila Utama, pendiri kerajaan yang menjadi cikal bakal peradaban di wilayah ini.
Abdul Wahab, Group General Manager PT Bintan Resorts Cakrawala, menjelaskan bahwa seluruh patung ini dibuat dari semen dan silikon dengan penuh ketelitian.
Ia pun mengenang kisah yang menyatukan dua tokoh utamanya, meski Cheng Ho lahir di Yunnan, silsilah keluarganya, ayah Hang Mahmud dan ibu Dang Merdu pernah menetap di Pulau Bintan, menjadikan tanah ini bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.
Baca Juga: Bongkar Jalur Penyelundupan Lintas Batas, Polda Kepri Lumpuhkan Jaringan Narkotika Internasional
“Laksamana Hang Tuah adalah pelaut ulung dan pahlawan perang Kesultanan Melayu.
Sementara Cheng Ho dikenal memimpin pelayaran besar yang menghubungkan negeri ini dengan berbagai belahan dunia.
Kehadiran mereka bersama tokoh-tokoh besar lainnya adalah bukti bahwa Kepri adalah rumah bagi berbagai peradaban yang saling melengkapi,” ujarnya.
Kini, setiap wisatawan yang berkunjung baik dari dalam maupun luar negeri bukan hanya menikmati keindahan pantai dan suasana liburan, tetapi juga diajak berjalan menyusuri lorong waktu.