Khususnya pelaku UMKM, sektor kuliner, perhotelan, transportasi, hingga jasa wisata.
“Kita ingin setiap event yang dilaksanakan di Kepri memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula perputaran ekonomi yang dirasakan pelaku usaha lokal,” katanya.
Perlombaan perahu naga tahun ini kembali menyuguhkan persaingan sengit antar tim yang berpacu menaklukkan lintasan di perairan Pelantar 3.
Baca Juga: Bebas dari HP Ilegal: Lapas Batam Terapkan Sistem Baru, Pendataan Lebih Rapi dan Aman
Irama tabuhan genderang yang mengiringi kayuhan para atlet dipadukan dengan sorak-sorai ribuan penonton menciptakan suasana semarak yang menjadi ciri khas Dragon Boat Race setiap tahunnya.
Dragon Boat Race sendiri merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir Tanjungpinang.
Event ini juga berkaitan erat dengan tradisi Sembahyang Keselamatan Laut, sebagai bentuk rasa syukur.
Sekaligus penghormatan terhadap budaya maritim yang telah mengakar sejak lama.
Keunikan tersebut menjadikan Dragon Boat Race tidak hanya sebagai ajang kompetisi olahraga tradisional.
Tetapi juga sebagai atraksi budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.***