kepri

Indeks Digitalisasi Masih Menunjukkan Fluktuasi, Gubernur Kepri Dorong Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di Kepri

Jumat, 17 April 2026 | 17:58 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin High Level Meeting Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah bersama para Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepri.(Foto:Diskominfo Kepri)

KLIKREAD.COM, Kepri - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan, meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kepri tergolong tinggi, namun indeks digitalisasi daerah masih menunjukkan fluktuasi.

Maka dari itu ia mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah di Provinsi Kepri.

Demikian dikatakan Gubernur Ansar saat memimpin High Level Meeting (HLM) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah bersama para Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepri.

Baca Juga: Kecamatan Sagulung Berhasil Raih Juara Umum MTQH XXXIV Tingkat Kota Batam

Kegiatan HLM di gelar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa 14 April 2026 lalu.

Rapat ini turut dihadiri secara langsung maupun virtual oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kepulauan Riau Rony Widijarto, Asisten Direktur BI Kepri Husni Mapain.

Dan juga Wakil Walikota Tanjungpinang Raja Ariza, serta perwakilan kepala daerah dan perbankan.

Baca Juga: Walikota Targetkan Batam Bisa Raih Juara Umum MTQH Tingkat Provinsi Kepri dan Mewakili ke Nasional

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dalam arahannya menyoroti adanya fenomena paradoks dalam capaian pembangunan daerah.

“Kalau kita lihat dari data-data capaian, baik yang meningkat maupun yang menurun, ada semacam paradoks di Kepri ini.

Di satu sisi IPM kita sangat tinggi, tetapi indeks digitalisasi daerah masih fluktuatif,” ujar Ansar.

Baca Juga: Masih Tahap Kajian Menyeluruh, Kadiskominfo Tegaskan Pemko Batam Belum Terapkan Kebijakan WFH

Ansar menegaskan pentingnya melakukan kajian mendalam terhadap setiap aspek penilaian agar dapat diketahui titik lemah yang perlu diperbaiki.

“Kalau dilihat dari data, ini bisa kita kaji pada setiap aspek yang menjadi indikator penilaian.

Halaman:

Tags

Terkini