Klikread.com - Banyak pabrikan otomotif yang merilis kendaraan alias mobil EV, di Indonesia sudah hadir Wuling Air Ev.
Saat ini memang tren elektrifikasi sedang digencarkan secara global, electric vehicle (EV) sangat mungkin menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan energi yang berkelanjutan.
EV merupakan kendaraan yang menggunakan aliran listrik 100 persen dengan menggunakan baterai elektrik yang perlu diisi ulang.
Dilansir dari ANTARA, tren elektrifikasi yang sedang gencar di global akan membawa dampak buruk terhadap kendaraan model Sport Utility Vehicle (SUV) di masa mendatang.
Seperti yang dikatakan oleh CEO Citroen Vincent Cobe melalui sebuah wawancara oleh Auto Express, Sabtu.
Tidak hanya CEO dari Citroen yang meramalkan hal tersebut, CEO Peugeot juga memiliki pandangan yang sama mengenai tren SUV yang akan segera menghilang di era elektrifikasi.
Baca Juga: INI BARU! Kunci Jawaban Permainan Tantangan Harian Shopee Tebak Kata untuk Hari Ini Teks SANKSI
Hal itu dikarenakan bobot dari SUV sendiri yang akan mengurangi aerodinamis. Elektrifikasi yang memiliki menu utama baterai akan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar jika harus menopang bobot dari SUV.
Dia meramalkan bahwa nantinya kendaraan elektrifikasi akan diisi oleh jenis kendaraan sedan, namun akan sedikit lebih tinggi daripada SUV biasa.
Dia juga mengklaim bahwa sedan dengan aerodinamika yang sama akan memberi penggunanya otonomi ekstra hingga 80 km jika dibandingkan dengan SUV berukuran serupa.
Jadi dia memperkirakan "sedan tinggi" itu akan tetap ada saat EV mengambil alih, tetapi SUV tradisional tidak masuk akal di pasar yang sepenuhnya listrik.
SUV tradisional lebih berat untuk memulai dan membutuhkan baterai yang lebih besar karena tarikan ekstra yang semakin memperkuat perbedaan bobot dan biaya.