Pada umumnya oli mesin harus diganti setelah jarak tempuh motor telah mencapai 2.500 km dan kelipatannya.
Jika kilometer yang ditempuh belum sampai 2.500 km, berarti oli motor harus diganti dalam dua bulan sekali.
Namun, terdapat satu gejala awal yang menandakan bahwa motor harus turun mesin dengan segera, yaitu ketika oli yang sudah berkurang lebih dari setengahnya, walau baru saja melakukan ganti oli dan dibarengi oleh suara yang menggelitik pada area cylinder head.
Estimasi Biaya Turun Mesin
Terdapat beberapa estimasi biaya yang dapat menjadi informasi untuk kamu yang akan melakukan servis turun mesin.
Biaya untuk turun mesin untuk motor umumnya sebesar Rp2 juta-Rp3 juta, termasuk dengan biaya jasa perbaikannya.
Biaya ini diestimasikan jika kerusakan yang terjadi pada piston atau as kruk akan membutuhkan biaya Rp1 jutaan untuk mengganti parts tersebut.
Selain dari biaya penggantian parts, akan ada biaya penggantian oli, penggantian seal, penggantian ring dan klep piston yang dikisarkan sebesar Rp500 ribu hingga 1 juta.
Namun, tidak menutup kemungkinan biaya ini akan bertambah dengan biaya lainnya seperti munculnya biaya penggantian gasket dan lain-lainnya lagi.
Selain itu, disarankan juga untuk mempergunakan part orisinal untuk mengganti dan memperbaiki berbagai kerusakan yang timbul saat turun mesin.
Hal itu guna mengantisipasi parts yang tidak sesuai atau perbaikan yang tidak berumur panjang.
Menggunakan parts original juga lebih memudahkan montir dan mempercepat waktu pengerjaan karena ukurannya yang sudah pas tanpa harus dimodifikasi lagi. ***